DAARUL FALAH Official News Portal
Berita Utama

Membangun Mutu Pendidikan Unggul: 40 Guru MTs dan MA Daarul Falah Kopo Ikuti Sosialisasi Kurikulum Berbasis KBC Bersama Pengawas dan BAN S/M

11 Oct 2026 Admin 27 dibaca
KOPO — Dalam rangka menjawab tantangan dunia pendidikan yang terus berkembang serta meningkatkan profesionalisme tenaga pendidik, Pondok Pesantren Daarul Falah Kopo kembali menggelar agenda strategis. Sebanyak 40 guru dari tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) Daarul Falah mengikuti kegiatan Sosialisasi Kurikulum Berbasis KBC yang berlangsung khidmat di aula utama pondok pesantren.

Kegiatan ini dirancang khusus untuk memperkuat kompetensi pedagogik, manajerial, serta kesiapan administratif para guru dalam menghadapi dinamika kurikulum modern yang berorientasi pada penguatan karakter dan mutu lulusan. Kehadiran 40 pendidik dari dua jenjang madrasah ini mencerminkan tingginya semangat kolektif civitas akademika Daarul Falah dalam melakukan transformasi pendidikan yang berkelanjutan.

Sinergi Pengawas Madrasah dan BAN S/M untuk Mutu Berkelanjutan
Pelaksanaan sosialisasi ini terasa istimewa karena menghadirkan dua tokoh penting yang kompeten di bidang penjaminan mutu pendidikan Islam dan akreditasi nasional. Mereka adalah Ibu Lastri, M.Pd. selaku Pengawas Madrasah yang membina wilayah setempat, serta Bapak Bambang, M.Pd. yang hadir sebagai perwakilan resmi dari Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN S/M).

Dalam sambutannya, perwakilan manajemen Pondok Pesantren Daarul Falah Kopo menyampaikan bahwa kolaborasi dengan pengawas pembina dan Badan Akreditasi sangat krusial. Tujuannya agar setiap langkah pengembangan kurikulum di madrasah tetap berada pada jalur regulasi yang tepat, sekaligus memenuhi standar kualitas nasional tanpa kehilangan identitas kepesantrenannya.

Pemaparan Materi: Inovasi Pembelajaran dan Standar Akreditasi
Sesi inti acara diisi secara bergantian oleh kedua narasumber dengan membawakan materi yang komprehensif serta aplikatif bagi para guru.

1. Ibu Lastri, M.Pd. (Pengawas Madrasah): Penguatan Pedagogi dan Adaptasi Kurikulum
Dalam pemaparannya, Ibu Lastri menekankan bahwa peran guru di madrasah masa kini tidak lagi sekadar menjadi pengantar informasi (transfer of knowledge), melainkan sebagai fasilitator pembentuk karakter (transfer of values).

"Guru madrasah dituntut untuk kreatif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan mampu menciptakan iklim kelas yang interaktif," ujar beliau di hadapan puluhan peserta.

Beliau juga mengupas tuntas teknik penyusunan perangkat pembelajaran yang selaras dengan Kurikulum Berbasis KBC, di mana integrasi antara nilai-nilai keislaman, kecakapan abad ke-21, dan pembentukan akhlak mulia menjadi fondasi utamanya. Para guru diajak untuk mengevaluasi kembali metode pengajaran konvensional agar beralih ke pembelajaran yang lebih berpusat pada siswa (student-centered learning).

2. Bapak Bambang, M.Pd. (Perwakilan BAN S/M): Menyongsong Standar Mutu dan Tertib Administrasi
Sementara itu, Bapak Bambang memfokuskan paparannya pada instrumen penjaminan mutu dan pentingnya kesiapan administrasi madrasah dalam menghadapi proses akreditasi. Beliau membedah indikator-indikator penting yang menjadi penilaian utama BAN S/M, mulai dari standar isi, standar proses, standar penilaian, hingga manajemen kepemimpinan madrasah.

Menurut Bapak Bambang, dokumen administrasi kurikulum dan portofolio kegiatan belajar mengajar bukanlah sekadar formalitas pelengkap berkas, melainkan cerminan dari akuntabilitas profesional seorang pendidik.

Beliau memberikan kiat-kiat praktis bagaimana 40 guru dari MTs dan MA Daarul Falah dapat saling berkolaborasi menyusun portofolio kelas yang rapi, terukur, dan berbasis bukti autentik.

Sesi Diskusi Interaktif dan Antusiasme Tinggi
Suasana sosialisasi menjadi semakin hidup tatkala memasuki sesi tanya jawab. Para guru dari unit MTs maupun MA tampak antusias memanfaatkan kesempatan emas tersebut untuk berkonsultasi langsung mengenai kendala nyata di ruang kelas. Berbagai topik, mulai dari strategi menghadapi peserta didik dengan gaya belajar yang beragam, adaptasi media digital dalam pembelajaran, hingga teknik penyusunan instrumen evaluasi berbasis karakter, dibahas secara mendalam.

Salah satu peserta perwakilan guru mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan pencerahan baru yang sangat dibutuhkan, terutama dalam meramu materi pelajaran agar lebih kontekstual dan mudah diserap oleh para santri.

Langkah Nyata Menuju Madrasah Mandiri Berprestasi
Melalui kegiatan sosialisasi ini, Pondok Pesantren Daarul Falah Kopo menegaskan komitmennya untuk terus mencetak generasi pendidik yang profesional, progresif, dan berdedikasi tinggi. Diharapkan, ilmu dan wawasan yang diperoleh 40 guru peserta dapat segera diimplementasikan di dalam kelas masing-masing, sehingga mutu lulusan MTs dan MA Daarul Falah semakin kompetitif, berdaya saing tinggi, serta siap menjadi teladan di tengah masyarakat.

Acara ditutup secara resmi dengan penyerahan cinderamata kepada Ibu Lastri dan Bapak Bambang, yang kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama seluruh jajaran pendidik dan narasumber sebagai simbol kebersamaan dalam memajukan mutu pendidikan Islam di Indonesia.

Apresiasi Jurnalis & Kreator Berita

Jika artikel ini bermanfaat bagi Anda, bantu dukung kami agar terus menyajikan informasi dan berita terupdate seputar madrasah.

Tautan berhasil disalin ke clipboard!